UJI ANOVA ( UJI F )
NAMA :
WA ODE SRI WAHYUNINGSIH
NPM : 17 630 104
TUGAS 07 :
STATISTIK/PROBABILITAS
Uji ANOVA
Written By Malonda
Gaib on Senin, 21 Maret 2011 | 21.3.11
Anova (analysis of varian) digunakan untuk menguji perbedaan mean
(rata-rata) data lebih dari dua kelompok. Misalnya kita ingin mengetahui apakah
ada perbedaan rata-rata lama hari dirawat antara pasien kelas VIP, I, II, dan
kelas III. Anova mempunyai dua jenis yaitu analisis varian satu faktor (one
way anova) dan analsis varian dua faktor (two ways anova). Pada
kesempatan ini hanya akan dibahas analisis varian satu faktor.
Beberapa asumsi yang harus dipenuhi pada uji Anova adalah:
Beberapa asumsi yang harus dipenuhi pada uji Anova adalah:
- Sampel
berasal dari kelompok yang independen
- Varian
antar kelompok harus homogen
- Data
masing-masing kelompok berdistribusi normal
Asumsi pertama harus
dipenuhi pada saat pengambilan sampel yang dilakukan secara random terhadap
beberapa (> 2) kelompok yang independen, yang mana nilai pada satu kelompok
tidak tergantung pada nilai di kelompok lain. Sedangkan pemenuhan terhadap
asumsi kedua dan ketiga dapat dicek jika data telah dimasukkan ke komputer,
jika asumsi ini tidak terpenuhi dapat dilakukan transformasi terhadap data. Apabila
proses transformasi tidak juga dapat memenuhi asumsi ini maka uji Anova tidak
valid untuk dilakukan, sehingga harus menggunakan uji non-parametrik misalnya
Kruskal Wallis.
Uji Anova pada prinsipnya adalah melakukan analisis variabilitas data menjadi dua sumber variasi yaitu variasi didalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Bila variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian mendekati angka satu), maka berarti tidak ada perbedaan efek dari intervensi yang dilakukan, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Sebaliknya bila variasi antar kelompok lebih besar dari variasi didalam kelompok, artinya intervensi tersebut memberikan efek yang berbeda, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.
Rumus uji Anova adalah sebagai berikut :
DF = Numerator (pembilang) = k-1, Denomirator (penyebut) = n-k
Dimana varian between :
Dimana rata-rata gabungannya :

Sementara varian within :

KETERANGAN :
Sb = varian between
Sw = varian within
Sn2 = varian kelompok
X = rata-rata gabungan
Xn = rata-rata kelompok
Nn = banyaknya sampel pada kelompok
k = banyaknya kelompok
Untuk penghitungan secara manual, mungkin tidak saya berikan pada kesempatan ini. Saya rasa akan lebih mudah dengan aplikasi SPSS atau STATA
Uji Anova pada prinsipnya adalah melakukan analisis variabilitas data menjadi dua sumber variasi yaitu variasi didalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Bila variasi within dan between sama (nilai perbandingan kedua varian mendekati angka satu), maka berarti tidak ada perbedaan efek dari intervensi yang dilakukan, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Sebaliknya bila variasi antar kelompok lebih besar dari variasi didalam kelompok, artinya intervensi tersebut memberikan efek yang berbeda, dengan kata lain nilai mean yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.
Rumus uji Anova adalah sebagai berikut :
DF = Numerator (pembilang) = k-1, Denomirator (penyebut) = n-k
Dimana varian between :
Dimana rata-rata gabungannya :

Sementara varian within :

KETERANGAN :
Sb = varian between
Sw = varian within
Sn2 = varian kelompok
X = rata-rata gabungan
Xn = rata-rata kelompok
Nn = banyaknya sampel pada kelompok
k = banyaknya kelompok
Untuk penghitungan secara manual, mungkin tidak saya berikan pada kesempatan ini. Saya rasa akan lebih mudah dengan aplikasi SPSS atau STATA
apa yang dimaksud dengan analisis varian satu faktor dan dua vaktor ?
BalasHapustolong berikan penjelasan dan contohnya.