ANALISIS UJI BEDA RATA-RATA
NAMA : WA ODE SRI
WAHYUNINGSIH
NPM : 17 630 104
TUGAS 05 : STATISTIK/PROBABILITAS
ANALISIS UJI BEDA
RATA-RATA
Uji hipotesis dua rata-rata digunakan untuk mengetahui ada
atau tidak adanya perbedaan (kesamaan) rata antara dua buah data. Salah satu
teknik analisis statistik untuk menguji hipotesis dua rata-rata. Pengujian ini
merupakan uji statistik parametrik yang tentu saja harrus memenuhi asumsi.
- Data
berdistribusi normal
- Data
diplih secara acak
- Data
yang digunakan merupakan dat numerik (skala & interval)
Pertanyaanya
bagaimana jika asumsi diatas tidak bisa terpenuhi? maka caranya yaitu mengganti
metode dari parametrik menjadi non-parametrik. untuk metode ini belum
dijelaskan atau belum dibuat. segeara akan dibuatkan untuk metode ini.
Hipotesis yang digunakan dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas ada 3 hampir sama dengan yang lainnya yaitu:
1. Hipotesis dua arah yaitu rata-rata antar kelompok sama
2. Hipotesis satu arah menganggap kelompok 1 lebih tinggi rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
3. Hipotesis satu arah yang menganggap kelompok 1 lebih kecil rata-ratanya dibandingkan kelompok
Dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample ) ada 4 jenis mencari statistik uji dari Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample):
Hipotesis yang digunakan dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas ada 3 hampir sama dengan yang lainnya yaitu:
1. Hipotesis dua arah yaitu rata-rata antar kelompok sama
2. Hipotesis satu arah menganggap kelompok 1 lebih tinggi rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
3. Hipotesis satu arah yang menganggap kelompok 1 lebih kecil rata-ratanya dibandingkan kelompok
Dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample ) ada 4 jenis mencari statistik uji dari Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample):
Varians populasi diketahui:
Cara ini dapat digunakan apabila kita mengetahui nilai varians populasi itu sendiri.sehingga cara ini mungkin jarang digunakan karena untuk mengetahui nilai populasi. berikut cara mencari z-hitung:

apabila kita tidak mengetahui nilai populasi khususnya simpangan baku maka kita bisa menggunakan uji-t. dalam uji t ini dibagi menjadi tiga bagian.
Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel sama dan Varians diasumsikan
sama
Cara ini dapat digunakan jika ukuran sampel (n) sama dan juga varians homogen/sama. ini kadang diasumsikan untuk memecahkan masalah penelitian. berikut uji t yang digunakan:

dimana

Sx1x2 disebut juga pool standar deviasi yang merupakan penggabungan dua standar deviasi. pada t-hitung ini menggunakan degree of freedom dengan rumus 2n-2.
Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel berbeda dan varians
diasumsikan sama
Walaupun varians homogen tapi ukuran sampel yang digunakan berbeda maka rumus di atas tidak dapat digunakan. sehingga perlu menggunakan t-hitung yang baru sebagai berikut:

dimana

selain itu degree of freedom pun berubah. degree of freedom untuk kasus ini yaitu n1+n2-2
Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel sama/berbeda, Varians
diasumsikan berbeda
Tes ini juga disebut dengan welch's test dan hanya digunakan apabila varians diasumsikan berbeda (baik ukuran sampel sama atau berbeda). berikut cara menghitung t statistik:

dimana

untuk menentukan degree of freedom menggunakan rumus sebagai berikut:
persamaan ini juga dikenal dengan Persamaan welch satterthwaite
Langkah-Langkah Uji Kesamaan Dua Rata-Rata (Usman & Akbar, 2009)
1) Uji atau asumsikan bahwa
data dipilih secara acak
2) Uji atau asumsikan bahwa data berdistribusi normal
3) tentukan apakah variansnya homogen atau hetero?
4) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat
5) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik
6) Cari t-hitung atau z-hitung dengan rumus tertentu
7) Tentukan taraf signifikan (α)
8) Cari t-tabel atau z-tabel dengan pengujian dua pihak dimana df yang tergantung rumus.
9) Tentukan kriteria pengujian, yaitu:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima
10) Bandingkan t-hitung dengan t-tabel
11) Buatlah kesimpulannya
2) Uji atau asumsikan bahwa data berdistribusi normal
3) tentukan apakah variansnya homogen atau hetero?
4) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat
5) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik
6) Cari t-hitung atau z-hitung dengan rumus tertentu
7) Tentukan taraf signifikan (α)
8) Cari t-tabel atau z-tabel dengan pengujian dua pihak dimana df yang tergantung rumus.
9) Tentukan kriteria pengujian, yaitu:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima
10) Bandingkan t-hitung dengan t-tabel
11) Buatlah kesimpulannya
Contohnya kasus:
Seorang pemilik kedai minuman mengadakan sebuah penelitian
untuk mengetahui selera pemilihan minuman dengan rasa jeruk yang lebih diminati
konsumennya. Sampel sebanyak 12 orang diambil dengan percobaan minuman dengan
jeruk yang diperas dengan tangan sendiri, dan 10 orang dengan percobaan minuman
jeruk yang diolah dari botol sirup dengan rasa jeruk. Sampel pertama memberikan
penilaian dengan nilai rata – rata 93 dengan simpangan baku 6 dan sampel kedua
dengan nilai rata – rata 60 dengan simpangan baku 7,5. Ujilah hipotesis kedua
percobaan jenis minuman , dengan alternatif keduanya tidak sama dengan taraf
nyata 10%.
Pembahasan:
Disini permasalahannya yaitu
ingin membandingkan selera konsumen jeruk yang lebih dinikmati dengan tangan
sendiri atau diolah dengan botol sirup. sehingga disini menggunakan perbedaan
rata-rata dua sampel. untuk sampel pertama (n1)=12 dan untuk sampel kedua
(n2)=10. sedangkan untuk simpangan baku berbeda yaitu untuk sampel 1 = 6 dan
untuk sampel 2 = 7,5. sehingga dapat disimpulkan menggunakan cara varians tidak
diketahui dan diasumsikan berbeda karena menggunakan nilai simpangan baku dari
sampel.
Komentar
Posting Komentar