UJI CHI KUADRAT (c²)
NAMA : WA ODE SRI WAHYUNINGSIH
NPM : 17 630 104
TUGAS 06 : STATISTIK/PROBABILITAS
UJI CHI
KUADRAT (c²)
1. Pendahuluan
Uji Chi Kuadrat adalah
pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara : frekuensi observasi/yg benar-benar terjadi/aktual
dengan
frekuensi harapan/ekspektasi
1.1. Pengertian Frekuensi Observasi dan Frekuensi Harapan
frekuensi observasi nilainya didapat dari hasil percobaan (o)
frekuensi harapan nilainya dapat dihitung secara teoritis (e)
Contoh :
1.
Sebuah dadu setimbang dilempar
sekali (1 kali) berapa nilai ekspektasi sisi-1, sisi-2, sisi-3, sisi-4, sisi-5 dan sisi-6 muncul?
kategori :
|
sisi-1
|
sisi-2
|
sisi-3
|
sisi-4
|
sisi-5
|
sisi-6
|
frekuensi ekspektasi (e)
|
2. Sebuah dadu setimbang dilempar 120 kali berapa nilai
ekspektasi sisi-1, sisi-2, sisi-3,
sisi-4, sisi-5 dan sisi-6 muncul?
kategori :
|
sisi-1
|
sisi-2
|
sisi-3
|
sisi-4
|
sisi-5
|
sisi-6
|
frekuensi ekspektasi (e)
|
20*)
|
20
|
20
|
20
|
20
|
20
|
*) setiap kategori
memiliki frekuensi ekspektasi yang sama yaitu :
x 120 = 20
Apakah data observasi akan sama dengan ekspektasi?
Apakah jika anda melempar dadu 120 kali maka pasti setiap
sisi akan muncul sebanyak 20 kali?
Coba lempar dadu sebanyak 120 kali, catat hasilnya,
berapa frekuensi kemunculan setiap
sisi?
Catatan saudara tersebut adalah
frekuensi observasi.
1.2. Bentuk Distribusi Chi Kuadrat (c²)
Nilai c² adalah nilai kuadrat
karena itu nilai c² selalu positif.
Bentuk distribusi c² tergantung dari derajat
bebas(db)/degree of freedom.
Perhatikan Tabel hal 178 dan
179 (Buku Statistika-2, Gunadarma).
Anda bisa membacanya?
Contoh : Berapa nilai c² untuk db = 5
dengan = 0.010? (15.0863)
Berapa nilai c² untuk db =
17 dengan = 0.005? (35.7185)
Pengertian pada Uji c² sama dengan pengujian
hipotesis yang lain, yaitu luas daerah penolakan
atau taraf nyata
pengujian
Perhatikan gambar berikut :
a : luas daerah penolakan
= taraf nyata
pengujian
0 + ¥
1.3. Pengunaan Uji c²
Uji c² dapat digunakan untuk :
a. Uji
Kecocokan = Uji kebaikan-suai = Goodness of fit
b. Uji
Kebebasan
c. Uji beberapa proporsi
Prinsip
pengerjaan (b) dan (c) sama saja
2. Uji Kecocokan
2.1 Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif
Contoh 1 :
Pelemparan dadu 120 kali,
kita akan menguji kesetimbangan dadu .
Dadu setimbang jika setiap sisi dadu akan muncul 20 kali.
Contoh 2 :
Sebuah mesin pencampur
adonan es krim akan menghasilkan perbandingan antara
Coklat : Gula :
Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1
2.2 Rumus c²

k :
banyaknya kategori/sel, 1,2 ... k
kaitkan dengan frekuensi ekspektasi
dengan nilai/perbandingan dalam 
Derajat Bebas
(db) = k - 1
2.3 Perhitungan c²
Contoh 3 :
Pelemparan dadu sebanyak 120
kali menghasilkan data sebagai berikut :
kategori :
|
sisi-1
|
sisi-2
|
sisi-3
|
sisi-4
|
sisi-5
|
sisi-6
|
20
20
|
20
|
20
17
|
20
18
|
20
19
|
20
24
|
*) Nilai dalam kotak kecil
adalah frekuensi ekspektasi
Apakah dadu itu dapat
dikatakan setimbang?
Lakukan pengujian dengan
taraf nyata = 5 %
Solusi :
1.
: Dadu setimbang semua sisi akan muncul = 20
kali.
2. Statistik Uji c²
3. Nilai = 5 % = 0.05
k = 6 ; db = k - 1 = 6-1 = 5
4. Nilai Tabel c²
k = 6 ; db = k -
1 = 6-1 = 5
db = 5; = 0.05 c² tabel = 11.0705
5. Wilayah Kritis =
Penolakan
jika c² hitung > c² tabel (db; a)
c² hitung > 11.0705
6. Perhitungan c²
(catatan : Gunakan tabel seperti ini agar pengerjaan lebih sistematik)
kategori :
|
(
|
(
|
(
|
||
sisi-1
|
20
|
20
|
0
|
0
|
0
|
sisi-2
|
22
|
20
|
2
|
4
|
0.20
|
sisi-3
|
17
|
20
|
-3
|
9
|
0.45
|
sisi-4
|
18
|
20
|
-2
|
4
|
0.20
|
sisi-5
|
19
|
20
|
-1
|
1
|
0.05
|
sisi-6
|
24
|
20
|
4
|
16
|
0.80
|
120
|
120
|
---------
|
--------------
|
1.70
|
c² hitung = 1.70
7. Kesimpulan :
c² hitung = 1.70 < c² tabel
Nilai c² hitung ada di daerah penerimaan 
Contoh 4 :
Sebuah mesin pencampur adonan
es krim akan menghasilkan perbandingan antara Coklat : Gula :
Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1. Jika
500 kg adonan yang dihasilkan, diketahui
mengandung 275 kg Coklat, 95 kg Gula, 70 kg Susu dan 60 kg Krim, apakah mesin
itu bekerja sesuai dengan perbandingan
yang telah ditentukan? Lakukan pengujian
dengan taraf nyata = 1 %.
Solusi :
1.
: perbandingan Coklat : Gula : Susu :
Krim =
5 : 2 : 2 : 1
2. Statistik Uji c²
3. Nilai = 1 % = 0.01
4. Nilai Tabel c²
k = 4; db =k -1 = 4-1= 3
db = 3; = 0.01 c² tabel = 11.3449
5. Wilayah Kritis =
Penolakan
jika c² hitung > c² tabel (db; a)
c² hitung > 11.3449
6. Perhitungan c²
kategori :
|
(
|
(
|
(
|
||
Coklat
|
275
|
250*)
|
25
|
625
|
2.50
|
Gula
|
95
|
100
|
-5
|
25
|
0.25
|
Susu
|
70
|
100
|
-30
|
900
|
9.00
|
Krim
|
60
|
50
|
10
|
100
|
2.00
|
S
|
500
|
500
|
-----------
|
--------
|
13.75
|
*) Perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 :1
Dari 500 kg adonan Nilai ekspektasi Coklat = 5/10 x 500 = 250 kg
Nilai ekspektasi Gula =
2/10 x 500 = 100 kg
Nilai
ekspektasi Susu = 2/10 x 500 = 100 kg
Nilai ekspektasi Krim =
1/10 x 500 = 50 kg
c² hitung = 13.75
7. Kesimpulan :
c² hitung
> c² tabel ( 13.75 > 11.3449)
Perbandingan
Coklat : Gula : Susu : Krim ¹ 5 : 2 : 2 :1
3. Uji Kebebasan dan Uji Beberapa Proporsi
Uji kebebasan antara 2
variabel memiliki prinsip pengerjaan yang sama dengan pengujian beberapa
proporsi.
(Berbeda hanya pada
penetapan Hipotesis awal dan hipotesis alternatif)
3.1 Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif
A. Uji Kebebasan :
B Uji Beberapa Proporsi :
3.2 Rumus Uji 
Data dalam pengujian
ketergantungan dan beberapa proporsi disajikan dalam bentuk Tabel Kontingensi.
Bentuk umum Tabel
Kontingensi berukuran r baris x k kolom

derajat bebas = (r-1)(k-1)
r : banyak baris
k : banyak kolom
3.3 Perhitungan c²
Contoh 5 :
Kita akan menguji kebebasan antara faktor gender (jenis
kelamin) dengan jam kerja di suatu pabrik.
Tabel kontingensi dapat dibuat sebagai berikut :
pria
|
wanita
|
Total Baris
|
|
2.33
2
|
2.67
3
|
5
|
|
6.07
7
|
6.93
6
|
13
|
|
5.60
5
|
6.40
7
|
12
|
|
Total Kolom
|
14
|
16
|
Total Observasi=
30
|
*) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi
ekspektasi
Perhatikan
cara mendapatkan frekuensi ekspektasi!
Apakah ada kaitan antara
gender dengan jam kerja?
Lakukan pengujian kebebasan variabel dengan taraf uji 5 %
Ukuran Tabel
Kontingensi di atas = 3 x 2 ( 3 baris
dan 2 kolom)
db = (3-1)(2-1) = 2 x 1 = 2
Solusi :
1.
:
Gender dan Jam kerja saling bebas
2. Statistik Uji = c²
3. Nilai = 5 % = 0.05
4. Nilai Tabel c² db = 2; = 0.05 c² tabel = 5.99147
5. Wilayah Kritis : Penolakan
c² hitung > c² tabel
c² hitung >
5.99147
6. Perhitungan c²
frekuensi harapan untuk :
pria, < 25 jam =
pria, 25-50 jam = 
pria, > 50 jam = 
wanita, < 25 jam =
wanita, 25-50 jam = 
wanita, > 50 jam = 
Selesaikan Tabel perhitungan
c² di bawah ini.
kategori :
|
(
|
(
|
(
|
||
P, < 25
|
2
|
2.33
|
-0.33
|
0.1089
|
0.1089/2.33
= 0.0467
|
P, 25 - 50
|
7
|
6.07
|
0.93
|
0.8649
|
0.1425
|
P, > 50
|
5
|
5.60
|
-0.60
|
0.36
|
0.0643
|
W, < 25
|
3
|
2.67
|
0.33
|
0.1089
|
0.0408
|
W, 25-50
|
6
|
6.93
|
-0.93
|
0.8649
|
0.1249
|
W, >50
|
7
|
6.40
|
0.60
|
0.36
|
0.0563
|
------
|
-----
|
--------
|
---------
|
c² hitung = 0.4755
|
7. Kesimpulan
c² hitung < c² tabel (0.4755 <
5.99147)
c² hitung ada di
daerah penerimaan 
Catatan : Kesimpulan hanya menyangkut kebebasan
antar variabel dan bukan
hubungan
sebab-akibat (hubungan kausal)
Contoh 6 :
Berikut adalah data proporsi
penyiaran film(satuan pengukuran dalam persentase (%) jam siaran TV) di 3
stasiun TV. Apakah proporsi pemutaran
Film India, Kungfu dan Latin di ketiga stasiun Tv tersebut sama? Lakukan Pengujian proporsi dengan Taraf
Nyata = 2.5 %
ATV (%)
|
BTV (%)
|
CTV (%)
|
Total Baris (%)
|
|
4.17
4.5
|
2.92
3.5
|
2.92
2.0
|
10
|
|
3.33
2.5
|
2.33
1.0
|
2.33
4.5
|
8
|
|
2.50
3.0
|
1.75
2.5
|
1.75
0.5
|
6
|
|
Total Kolom
(%)
|
10
|
7
|
7
|
Total Observasi (%) =
24
|
*) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi
ekspektasi
Perhatikan
cara mendapatkan frekuensi ekspektasi!
Ukuran Tabel
Kontingensi di atas = 3 x 3( 3 baris dan
3 kolom)
db = (3-1)(3-1) = 2 x 2
= 4
Solusi :
1.
: Proporsi pemutaran film India, Kungfu dan
Latin di ketiga stasiun
TV
adalah sama.
2. Statistik Uji = c²
3. Nilai = 2.5 % = 0.025
4. Nilai Tabel c² db = 4; = 0.025 c² tabel = 11.1433
5. Wilayah Kritis : Penolakan
c² hitung > c² tabel
c² hitung > 11.1433
6. Perhitungan c²
frekuensi harapan
untuk
India, ATV =
Kungfu,
ATV = 
Latin, ATV = 
India, BTV =
Kungfu,BTV
= 
Latin,BTV = 
India,CTV=
Kungfu,CTV
= 
Latin, CTV = 
Tabel perhitungan c² berikut
kategori :
|
(
|
(
|
(
|
||
Ind,ATV
|
4.5
|
4.17
|
0.33
|
0.1089
|
0.1089/4.17 =
0.0261
|
Kf,ATV
|
2.5
|
3.33
|
-0.83
|
0.6889
|
0.2069
|
Lat,ATV
|
3.0
|
2.50
|
0.50
|
0.2500
|
0.1000
|
Ind,BTV
|
3.5
|
2.92
|
-0.58
|
0.3364
|
0.1152
|
Kf,BTV
|
1.0
|
2.33
|
-1.33
|
1.7689
|
0.7592
|
Lat,BTC
|
2.5
|
1.75
|
0.75
|
0.5625
|
0.3214
|
Ind,CTV
|
2.0
|
2.92
|
-0.92
|
0.8464
|
0.2899
|
Kf,CTV
|
4.5
|
2.33
|
2.17
|
4.7089
|
2.0201
|
Lat,CTV
|
0.5
|
1.75
|
-1.25
|
1.5625
|
0.8929
|
24
|
------
|
-------
|
---------
|
c² hitung = 4.7317
|
7.
Kesimpulan : c² hitung terletak di daerah
penerimaan .
diterima, proporsi pemutaran ketiga jenis film di
ketiga s
stasiun
TV adalah sama.

Komentar
Posting Komentar