METODE BEDA HINGGA
NAMA : WA
ODE SRI WAHYUNINGSIH
NPM :
17 630 104
TUGAS 09 :
STATISTIK/PROBABILITAS
METODE BEDA HINGGA
Salah satu
cara utk menyelesaikan persamaan differential adalah dengan menggunakan metode
beda hingga atau yg lbh dikenal dgn finite difference method. Metode ini
menggunakan pendekatan ekspansi Taylor di titik acuannya (x). Ada tiga jenis
beda (difference) yg bisa kita gunakan utk mencari nilai f(x+∆x). Ketiga jenis
beda ini disebut forward difference, backward difference, dan central
difference. Supaya gak lupa, penurunannya saya berikan di sini.
Forward
difference
Utk forward difference, kita ingin mencari
nilai suatu fungsi jika independent variablenya digeser ke depan (makanya
namanya forward difference) sebesar ∆x. Sederhananya, jika kita tahu f(x), maka
berapakah f(x+∆x)? Ekspansi Taylor dituliskan sbb:
Secara
umum, symbol ∂f/∂x*∆x menunjukkan kemiringan (gradient) nilai fungsi f pada
f(x) jika x digeser sebesar ∆x. Sementara symbol ∂2f/∂x2 menunjukkan
lengkungan (curvature) dari titik f(x) tsb jika x digeser sebesar ∆x.
Oleh karena nilai setelah term pertama di atas
tidak signifikan dibandingkan dgn term kedua, maka bisa kita bilang klo:
Hubungan di atas menunjukkan kemiringan
(gradient) dari fungsi tsb sebesar ∆x ke depan (lbh besar dari x).
Backward
difference
Pertanyaan yg sama jg kita berikan utk
backward difference. Jika kita tahu f(x), maka berapakah f(x-∆x)? Atau
berapakah nilai fungsi tsb jika independent variablenya digeser ke belakang
sebesar ∆x. Ekspansi Taylor dituliskan sbb:
Hubungan terakhir ini menunjukkan kemiringan
(gradient) dari fungsi tsb sebesar ∆x ke belakang (lbh kecil dari x).
Central
difference
Jenis bedar ketiga adalah beda tengah, di mana
kita akan mencari kemiringan dari fungsi tsb dgn menggunakan perbedaan nilai
fungsinya dari beda depan dan beda belakang. Secara matematis, beda tengah
adalah penjumlahan dari beda depan dan beda belakang.
Second
order derivation
Setelah
pendekatan orde satu bisa kita turunkan spt di atas, skrg kita bisa menurunkan
persamaan utk pendekatan orde dua. Penurunan di bawah ini saya mulai dari
mengambil persamaan orde satu dari beda depan (forward difference) yg
mengandung penurunan orde dua (second order differential). Fungsi ∂2f/∂x2saya
keluarkan, dan persamaan utk ∂f/∂x nya saya ambil dari pendekatan beda belakang
(backward difference).
Dengan adanya dua pendekatan (orde satu dan
orde dua) ini, kita bisa bekerja dgn contoh berikut:
Penyelesaian analitiknya adalah sbb:
Kondisi batas yg kita ketahui adalah sbb:
u pada r = 2 atau u(2) = 0.008
u(6.5) = 0.003
Yg ditanyakan adalah berapa nilai u di antara
kedua nilai batas di atas.
Dengan metode beda hingga ini, kita akan
membuat node2. Katakanlah kita buat 4 node. Node yg pertama adalah saat u(2),
dan node yg keempat adalah u(6.5). 4 node yg kita pilih terdiri atas 3 rentang,
yakni rentang node 1-2, rentang node 2-3, dan rentang node 3-4. Jarak rentang
tsb adalah (6.5-2)/3 = 1.5. Maka, node 2 adalah 2+1.5 = 3.5. Node 3 adalah
3.5+1.5 =5. Yg skrg ingin kita ketahui tentunya adalah nilai u pada saat r =
3.5 atau u(3.5) dan u(5).
Utk yg pertama ini, kita akan gunakan
pendekatan beda maju utk orde satu. Dengan memasukkan pendekatan yg udah kita
turunkan ke persamaan diferensial di atas, kita dapat:
Persamaan ini kita utak-atik
utk mendapatkan penyelesaian utk ui, sehingga kita bisa menyusun
persamaan utk u2 dan u3. Sementara u1 dan
u4 sudah kita ketahui sebagai kondisi batas. Klo saya
selesaikan di excel, akan didapat sbb:
Perbandingan
hasil pendekatan ini dengan hasil analitiknya menghasilkan error sebesar 6.66%
utk u2 atau u(3.5) dan error sebesar 5.12% utk u3 atau
u(5).
Jika saya gunakan beda tengah utk pendekatan
orde satu, akan diperoleh hasil sbb:
Hasil perhitungan dgn pendekatan beda tengah
ternyata lbh akurat drpd pendekatan beda maju (dan jg drpd beda mundur). Error
utk u(3.5) menjadi 2.43% dan error utk u(5) menjadi 1.68%.
Jika saya menggunakan node yg lbh banyak,
dalam artian saya melakukan perhitungan yg lbh detail, dengan 8 node misalnya.
Dan tetap menggunakan beda tengah, akan didapat hasil sbb:
Spt yg diharapkan klo hasil perhitungan dgn
node yg semakin banyak atau perhitungan semakin detail, maka hasilnya akan
mendekati hasil analitiknya. Error yg diperoleh utk setiap r di atas semuanya
di bawah 0.5%.











Komentar
Posting Komentar